Sabtu, 30 April 2016

Emansipasi Wanita

Eksistensi Kaum Hawa Masa Kini

Beberapa hari lalu, baru saja kita memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016. Kelahiran R.A Kartini dijadikan sebagai hari besar nasional. Semasa hidupnya, Beliau menulis buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” . Hal tersebut mempunyai arti yang sangat besar terhadap kaum hawa.

Zaman dahulu, kaum hawa dijajah oleh para penjajah akan keberadannya. Kaum hawa tidak boleh mengenyam bangku pendidikan, mendapatkan pekerjaan bahkan tidak boleh mengeluarkan aspirasi atau pendapat yang mereka ingin utarakan serta dianggap rendah kedudukannya dibandingkan oleh kaum adam.

Raden Ajeng Kartini atau yang biasa dikenal sebagai R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara, Jawa Tengah. Beliau merupakan salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi kaum hawa semasa hidupnya. R.A Kartini seorang putri dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai Bupati Jepara. Ibu Kartini yang bernama M.A. Ngasirah, Beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit. 

Setelah mengalami proses dan perjuangan yang sangat panjang, kini kaum hawa tidaklah dipandang sebelah mata kembali. Kini kaum hawa bisa mendapatkan seperti apa yang didapatkan oleh kaum adam sejak dahulu. Kaum hawa kini dapat mengenyam pendidikan bahkan setinggi-tingginya, berkecimpung di dunia usaha maupun perkantoran serta aspirasi kaum hawa telah banyak direalisasikan.

Kartini masa kini dianggap sebagai kartini modern. Sebab, kaum hawa sekarang lebih mandiri dalam segala hal. Emansipasi kaum hawa masa kini sangatlah dijunjung tinggi eksistensinya. Hal ini terbukti bahwa kaum hawa masa kini banyak yang telah memberikan kontribusi mereka bahkan pekerjaan yang dahulunya hanya diduduki atau ditempati oleh kaum adam, kini sudah banyak ditempati oleh kaum hawa baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik hingga keagamaan. Berbagai kursi jabatan mulai dari pegawai negeri, dokter, pilot, insinyur, dosen, menteri bahkan hingga jabatan presiden telah dilakoni oleh kaum hawa.

Namun apabila dilihat dari sisi lain, tentu kita sebagai kaum hawa yang modern dan dinamis, kita tidak boleh melupakan dan mengabaikan apa perandan kodrat utama kita sebagai kaum hawa yang telah ditugaskan kepada kita. Salah satunya adalah berperan sebagai ibu rumah tangga.

Zaman dahulu, belum banyak bermunculan wanita karier. Kaum hawa hanya dapat menguasai dalam bidang memasak dan menjahit. Oleh karena itu, kita sebagai kartini modern tidak boleh hanya pandai dalam menjalankan kegiatan atau tugas di luar rumah saja. Akan tetapi, kita juga harus pandai menyiasati bagaimana menjalankan tugas dan kewajiban yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan kodrat yang telah ditentukan dengan baik. Sebagai kaum hawa pula, juga harus mempunyai kesabaran yang lebih dalam mendidik putra-putri kita.Sebab, putra-putri yang terlahir adalah generasi luar biasa apabila kita dapat menjadi seorang ibu, teman dan sahabat untuk mereka dalam masa pertumbuhan yang mereka lalui.

Untuk dari itu, kita sebagai kaum hawa yang masa kini harus dapat berperan dalam dua sisi yang berbeda, yaitu di lingkungan rumah dan di luar lingkungan rumah sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan.

  


Selasa, 29 Desember 2015

Sumber Daya Konsumen



SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN KONSUMEN 

I. Sumber Daya Konsumen
    Sumber   daya   konsumen   adalah  segala   sumber   daya   yang   mempengaruhi   konsumen   untuk membeli barang atau jasa. Sumber daya konsumen ada 3 macam, yaitu : 

a.  Sumber Daya Ekonomi

  Sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumber daya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumber daya manusia (human resource) yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah tingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Sumber daya ekonomi dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
  1.  Sumber Daya Alam : merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam. Contoh: air, tanah, udara.
  2. Sumber Daya Manusia : merupakan segala kegiatan manusia baik fisik maupun rohani yang ditunjukkan untuk kegiatan produksi. Contoh: dokter, direktur.
  3.  Sumber Daya Kewirausahan : merupakan semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keuntungan. Contoh: Usaha roti.
  4. Sumber Daya Modal : merupakan sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi. Contoh: Bahan baku, mixer, dan lain sebagainya. 

b. Sumber daya Temporal
   Waktu menjadi salah satu variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen. Banyak konsumen yang semakin mengalami kemiskinan akan waktu, karena kesibukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat peribadi yaitu waktu senggang. Secara historis, anggaran waktu konsumen dianggap memiliki dua komponen, yaitu waktu kerja dan waktu senggang. Menurut Lane dan Lindquist, anggaran waktu konsumen terbagi atas:
a)Waktu yang menghasikan pendapatan
b)Waktu terikat (wajib dan non-wajib)
c)Waktu tidak terikat (terencana dan tidak terencana)

c.  Sumber Daya Kognitif/Perhatian
Sumberdaya kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi. Karena kapasitas tersebut terbatas, orang harus selektif dalam apa yang mereka perhatikan dan berapa banyak perhatian dialokasikan selama pengolahan informasi. Perhatian terdiri dari dua dimensi:
a) Arahan (direction) menggambarkan fokus perhatian
b) Intensitas mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada arahan tertentu. 

II. Pengetahuan  
      Psikolog kognitif mengemumakan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar: deklaratif dan prosedural. Pengatahuan deklaratif (declarative knowledge) melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui, sementara pengetahuan prosedural (procedural knowledge) mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini bersifat subjektif dalam pengertian bahwa fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif. 

    Pengetahuan deklaratif dibagai menjadi dua kategori : episodik dan semantik. Pengetahuan episodik (episodic knowledge) melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu. Pengetahuan ini digunakan untuk menjawab pertanyaan, “kapan anda terakhir kali membeli sejumlah pakaian?” sebaliknya, pengetahuan sematik (semantic knowledge) mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan yang memberikan arti bagi dunia seseorang. Ini adalah pengetahuan yang akan anda gunakan dalam mendeskripsikan sebuah barang.

Pengetahuan konsumen di bagi dalam tiga dibidang umum :

1. Pengetahuan Produk (Product Knowledge)
Kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek terminologi produk atribut atau fitur, harga produk dan kepercayaan mengenai produk.

2. Pengetahuan Pembelian (Purchase Knowledge)
Pengetahuan Pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan pembelian. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk.

3. Pengetahuan Pemakaian (Usage Knowledge)
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut  telah digunakan atau dikonsumsi. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.

a.   Organisasi Pengetahuan

Organisasi pengetahuan merupakan sesuatu untuk mengatur atau struktur organisasi untuk  mengelompokan sesuatu, organisasi ini di buat untuk memudahkan penggunaan dokumen atau pengetahuan itu sendiri atau juga bisa mendeskripsikan dokumen, isi, fitur dan tujuan, serta membuat dokumen-dokumen dan bagian yang dapat diakses oleh orang-orang dalam mencari pesan yang isinya meliputi pengetahuan. Organisasi pengetahuan bisa di artikan juga sebagai tentang kegiatan seperti mendokumenkan, pengindeksan dan klasifikasi yang dilakukan di perpustakaan, database, arsip dll kegiatan ini dilakukan oleh pustakawan, arsiparis, spesialis subyek dan sekaligus oleh algoritma komputer.

Pengetahuan dalam suatu organisasi dapat menjadikan organisasi tersebut memahami tujuan keberadaanya, diantara tujuan-tujuan tersebut yang terpenting adalah bagaimana organisasi memahami cara mencapai tujuannya, Organisasi-organisasi yang sukses adalah organisasi yang secara konsisten menciptakan pengetahuan baru dan menyebarkanya secara menyeluruh didalam organisasinya dan secara cepat mengadaptasinya kedalam teknologi dan produk serta layanan mereka. Melihat perannya yang begitu penting bagi suatu organisasi, maka semua pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi harus dikelola dengan baik, sehingga pengetahuan tersebut dapat berperan optimal untuk organisasinya.

b.   Mengukur Pengetahuan

Pengukuran pengatahuan objektif (objective knowledge) adalah pengukuran yang menyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan. Ukuran pengetahuan objektif, yang berfokus pada potongan informasi khusus yang mungkin diketahui konsumen. Dan pilihan akhir untuk menilai pengetahuan adalah dengan menggunakan ukuran pengetahuan subjektif (subjective knowledge). Pengetahuan ini sireflesikan oleh pengukuran yang menyadap persepsi konsumen mengenai banyaknya pengetahuan mereka sendiri. Pada dasarnya, konsumen diminta untuk menilai diri mereka sendiri berkenaan dengan pengetahuan produk atau keakraban mereka. Ukuran pengetahuan subjektif berrpusat di sekitar kesan konsumen mengenai pengetahuan total dan keakraban mereka.

Akhirnya, pertimbangan diberikan pada metode alternatif untuk pengukuran pengetahuan. Pengalaman pembelian atau pemakaian, walaupun tentu saja berhubungan dengan pengetahuan, tidak harus memberikan indikasi yang akurat mengenai beberapa persisnya informasi yang dimiliki konsumen.

Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.

Source :

https://nuramalia13.wordpress.com/2013/11/10/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan/

Jumat, 05 Juni 2015

Keberhasilan POLSTRANAS

KEBERHASILAN POLSTRANAS DALAM MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY) akan terwujud apabila pemerintah dan setiap warga negara Indonesia/ masyarakat harus memiliki :
1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Semangat kekeluargaan 
3. Percaya diri pada kemampuan dan kekuatan sendiri
4. Kesadaran, patuh dan taat pada hukum 
5. Pengendalian diri sehingga terjadi keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan antara berbagai kepentingan.
6. Mental, jiwa, tekad, dan semangat pengabdian, disiplin, dan etos kerja yang tinggi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
7. IPTEK
8. Asas Manfaat
Source :

https://frillyfayraitaru.wordpress.com/2013/05/29/keberhasilan-polstranas-dalam-masyarakat-madani-civil-society/

https://hepikampus.wordpress.com/2010/01/15/polstranas-pengertian-politik/